Bandung, 8 Ferbruari 2019, bertempat di Gelery 212 ISBI Bandung tiga mahasiswa Pascasarjana ISBI Bandung mempersebahkan sebuah karya yang berjudul “OLAHPEKA” Secara harfiah dua kata antara “Olah” dan “Peka” mempunyai definisi yang berbeda satu sama lain. “Olah” mempunyai arti melakukan sesuatu atau daya upaya, sedangkan arti dari kata “Peka” ialah mudah terasa; mudah terangsang (sensitifitas). Dalam kesempatan ini, kami yang berpameran menyepakati dua kata tersebut digabungkan dengan mengkorelasikan pada kesamaan nilai-nilai praktik berkarya satu sama lain yang mempunyai kecenderungan mengolah temuan gagasan dari pengamatan spesifik pada sebuah fenomena tertentu.

 

Olahpeka merupakan bagian dari manifesti kita berempat dalam menggali banyak kemungkinan ketertarikan artistik tertentu dengan kesadaran kreasi lewat proses ekperimen demi eksperimen yang dilakukan secara berkala. Kepekaan disini berbicara tentang bagaimana setiap personal seniman dapat mentranformasikan ide dan gagasan lewat medium, teknik maupun tema-tema besar yang dirancang sedemikian rupa dan dihadirkan dengan pendekatan selera artistik tertentu hingga melahirkan nilai otentisitas tinggi didalamnya.

 

Rangkaian tersebut menjadi landasan berfikir yang mendulang kerangka ideologi para seniman disini dalam menciptakan peta wacana, identifikasi eksplorasi medium serta teknis dan kesadaran membangun paradigma yang dapat meningkatkan kondisi intelektualitas ditingkat akademisi seni rupa pada umumnya.

Olahpeka termasuk mewakili kepekaan indrawi personal para seniman yang terlibat dalam merangkai proses berfikir menjadi bagian besar penghayatan ekspresi pada setiap langkah-langkah proses pencarian artistik hingga melahirkan karya seni yang dekat dengan koridor ranah akademis seni rupa.

Kepekaan disini lahir dari proses berfikir dan juga proses eksperimen setiap seniman sebagai penunjang terbangunnya integrasi terhadap alam, fenomena lingkungan sekitar hingga polemik sosial kehidupan manusia pada umumnya. Harapan besar dalam proyek pameran ini ialah membangun kekritisan terhadap tema-tema besar yang dapat mewakili retorika berfikir dari seorang seniman akademis agar dapat diangkat menjadi wacana secara objektif, ilmiah dan penuh responbilitas tinggi.