Indonesia memiliki potensi budaya yang luar biasa. Daya tarik pariwisata Indonesia 60% terletak pada budayanya. Diperlukan kesadaran dan kerjasama setiap pihak untuk mengembangkannya. Pariwisata perlu diusung oleh semua lini, pemerintah dan masyarakat, serta terlebih lagi oleh ISBI Bandung, sebagai perguruan tinggi seni dan budaya. Pentingnya momen berbagi antar narasumber dan peserta mengulas wacana dan perkembangan pariwisata saat ini merupakan sebuah keniscayaan.Terdapat lima Agenda Pariwisata Indonesia: (1) Performa Pariwisata Indonesia; (2) Strategi Pengembangan SDM Kepariwisataan; (3) Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; (4) Sertifikasi Kompetensi; (5) Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata. Keseluruhan agenda tersebut pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari pendidikan. 

Dalam hal ini, Perguruan Tinggi memiliki peran untuk mengembangkan dan menjadikan pariwisata sebagai potensi besar dalam membangun ekonomi Indonesia dan membentuk SDM Pariwisata yang unggul dan berkarakter. Setiap wilayah dan negara memiliki karakteristik dan keunggulan. Yang membedakan satu negara dengan negara lainnya adalah SDM. Yang paling penting dalam mengembangkan pariwisata adalah membangun manusianya. Tuntutan ini tidaklah mudah dan menjadi tantangan berat bagi PT.

Pariwisata dan kebudayaan dapat saling mendukung dan memberikan manfaat ekonomi kepada rakyat, terutama pelaku kebudayaan. Pariwisata membantu kebudayaan dan kebudayaan membantu pariwisata. Kegiatan pariwisata meningkatkan visibilitas dan perhatian terhadap warisan budaya, Pariwisata membawa penghasilan untuk pelaku budaya, Pariwisata memperkenalkan warisan budaya kepada wisatawan dalam dan luar negeri. Warisan budaya antara lain bermanfaat sebagai jati diri suku bangsa, ketahanan bangsa, mengenang sejarah, meneruskan warisan leluhur, pariwisata budaya/alam, membuat wilayah lebih menarik, pembangunan karakter bangsa, ekonomi kreatif berbasis budaya, dan budaya meningkatkan kualitas hidup. ISBI dapat menjadi garda depan pengembangan pariwisata dengan menguatkan rekayasa budayanya.   

Pewarisan Budaya akan menjadi objek agenda ekonomi dan politik setiap negara. Rekayasa Budaya dilakukan dengan berbasis logika yang masuk akal bagi setiap negara dan pemerintahan global. Sederhananya, rekayasa budaya dapat dijelaskan dengan pernyataan berikut “Dari tidak ada menjadi ada, Dari ada menjadi hadir, dari Hadir menjadi Bermanfaat”   


Demikian pula momen berkumpul ini diharapkan menjadi sesuatu yang bermanfaat baik bagi pengembangan wacana keilmuan maupun penguatan pariwisata Indonesia. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal bagi penguatan dan kolaborasi PT Pariwisata dan ISBI Bandung dan tentunya dengan kementerian Pariwisata serta setiap pihak terkait.

Indonesia luar biasa budayanya, luar biasa alamnya, luar biasa kulinernya. Keep Wonderful Indonesia.