Program Sarasehan Pascasarjana ISBI Bandung merupakan upaya menjawab tantangan- tantangan dan tuntutan-tuntutan yang melekat pada institusi Perguruan Tinggi saat ini. Dasar pelaksanaan programnya adalah aturan dan tuntutan pada Dosen, Mahasiswa, dan institusi PT. Tuntutan aktivitas Dosen saat ini secara keseluruhan berbasis luaran, misalnya dalam bentuk artikel di jurnal dan prosiding serta sertifikat HKI. Bukan hanya dosen, di tingkat mahasiswa pun persyaratan minimal lulusan dari Perguruan Tinggi saat ini adalah publikasi artikel di jurnal. Secara keseluruhan tuntutan tersebut terkait pula dengan instrumen yang harus dipenuhi institusi untuk memenuhi penilaian akreditasi. Dosen sesungguhnya kaum terpelajar dan manusia pembelajar sepanjang ia mampu menerima tantangan dan memiliki harapan untuk mewujudkannya. Yang mengenali dikalahkan oleh yang memahami, yang memahami dikalahkan oleh yang menghayati.

Jelas sudah bahwa dosen dan Perguruan Tinggi saat ini dikepung dengan syarat-syarat formal publikasi. Sesungguhnya, potensi sumber daya dan seni budaya kita sangat kuat untuk berkembang namun memang perlu digali. Tradisi kita kaya tapi dalam beberapa hal tidak cukup canggih. Karenanya dibutuhkan tekanan eksternal untuk bergerak dan bertindak, melebarkan sayap filosifis hakikat ilmu pengetahuan. Kita memiliki peluang untuk melompat maju jika kita menyikapi tuntutan tersebut secara substantif. Kebebasan kita yang liar harus diketatkan oleh aturan-aturan untuk sampai pada dialektika keilmuan. Kecanggihan dan keilmuan tumbuh dari dialektika tersebut. Kita harus masuk dalam ranah wacana atau diskursif yang bernalar jika ingin diperhitungkan dalam kancah internasional. Saat ini peranan aktif dalam membangun intelektual di mata nasional maupun internasional, lewat kerja teks, kerja riset menjadi menjadi syarat mutlak Guru Besar. Mari mengobarkan semangat untuk menggali potensi untuk menjawab tantangan di era millennial dengan kerja cerdas, kerja intelektual, kerja kreatif.

Dosen adalah benteng utama dalam melestarikan ilmu pengetahuan, sehingga “terjalin diskursif yang intensif” untuk membentuk karakter keadaban dunia, lewat analisis konseptual yang komprehensif. Analisis konseptual, itu harus diberi marwah tindakan-tindakan yang aktif bagi para dosen, agar bisa mengkristalkan setiap gagasan-gagasannya dengan cara yang kreatif dan masif. Salah satunya dengan memberikan sumbangsih gagasannya pada budaya teks yang wajib dipublikasikan. Mempertebal kembali wacana intelektualitas dengan masyarakat dengan cara elegan dan cerdas. Sistem yang sudah ditetapkan dalam aturan yang formil dan baku serta tantangan modernitas yang abortif, disororientasi nilai, polarisasi kelompok dan kultur digital dapat dijalani dengan kesigapan yang masif, signifikan dan insipiratif.