Gladi Nalar ISBI Bandung dan Universitas Andalas

Sebuah kehormatan bagi ISBI Bandung dapat mengunjungi Universitas Andalas khususnya Fakultas Ilmu Budaya dalam program gladi nalar kali ini. Gladi Nalar merupakan sebuah ajang olah pikir khususnya bagi mahasiswa, bertukar wawasan dan wacana untuk mengasah kepekaan dan ketajaman intelektual serta pengembangan seni dan budaya. Program Gladi Nalar ini telah dilaksanakan 3 kali di kota yang berbeda setiap angkatan. Kunjungan ilmiah balasan telah kami terima dari Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan bulan depan telah terprogram pula kunjungan gladi nalar dari Pascasarjana ISI Denpasar.

Tema Gladi Nalar kali ini “Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Pascasarjana dalam Menyusun Riset Terstruktur” diharapkan dapat menjadi pengingat dan kontrol bagi kita khususnya bagi mahasiswa yang tengah menyiapkan penelitiannya. Mahasiswa penyaji dari ISBI Bandung adalah Rio Julian Akbar mengulas “Interpretasi Angklung dalam Video Mapping”, Diana Muliani membahas “Simbolisme Batik Kawung dalam element estis interior”, dan Nadia yang menyajikan “Artwear sebagai Ilustrasi Mitos Dewi Sri”. Sementara itu penyaji dari Universitas Andalas adalah Eka yang mengulas mengenai "Representasi Gender dalam Film Korea" dan Sesprisam yang mengkaji mengenai "Songket Minang".

Para penyaji banyak membahas mengenai interpretasi makna dan simbol. Ketika berbicara mengenai interpretasi, maka substansinya harus diperjelas lebih dulu posisinya bagaimana dan begitu pula rambu-rambunya. Dengan kata lain, pemahaman terhadap objek materialnya harus didalami terlebih dahulu, dan diperjelas pesan apa yang ingin disampaikan. Apa objeknya dan apa yang dirujuk. Begitu pula, ketika ingin mengemas sebuah karya maka motifnya pun harus jelas, begitu pula tujuan mengemasnya apa dalam rangka keilmiahan.

Bagaimana cara berpikir nenek moyang kita dalam seni dan budaya dapat dilihat melalui artefak budaya dan benda-benda tradisional masyarakat. Itu yang terlebih dulu harus dipahami. Kemudian yang penting berikutnya adalah pemilihan teori dan metode analisis yang digunakan sebagai paradigma sehingga penelitian lebih tersutruktur. Pemilihan metodologi yang tepat, akan memberikan kontribusi dalam pengembangan potensi bidang seni budaya dengan nilai-nilai kearifan lokal yang bertransfromasi dalam masyarakat modern. (Jumat, 20 April 2018)

 

Gladi Nalar ISBI Bandung dan Universitas Andalas    Gladi Nalar ISBI Bandung dan Universitas Andalas_2    Gladi Nalar ISBI Bandung dan Universitas Andalas_1    Gladi Nalar ISBI Bandung dan Universitas Andalas_3