Gladi Nalar ISBI Bandung dan ISI Padangpanjang

Pertemuan dan silaturahmi akademik Pascasarjana ISI Padangpanjang dan Pascasarjana ISBI Bandung. Bagi Pascasarjana ISBI Bandung, program gladi nalar kali ini merupakan program ketiga yang dilakukan setelah dengan ISI Yogyakarta dan Universitas Gadjahmada pada tahun pertama dan pada tahun kedua kami gladi nalar dengan ISI Denpasar dan Universitas Udayana Bali. Tahun ini selain dengan ISI Padangpanjang, esok hari kami akan bergladi nalar dengan Universitas Andalas. 

Pertemuan hari ini akan berlanjut dengan pertemuan berikutnya untuk mengembangkan seni budaya di Indonesia. Bagi mahasiswa ISBI Bandung, gladi nalar menjadi salah satu kewajiban bagi mahasiswa sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian akhir. Diharapkan pertemuan ini menjadi salah satu ajang berbagi pengetahuan, pengalaman kultural, dan pengembangan keilmuan bagi kita semua terutama bagi para mahasiswa ISBI Bandung & ISI Padangpanjang.

Empat penyaji mahasiswa hari ini adalah Anggit dan Anita dari ISBI Bandung. Anggit mengulas tentang Simbol Diskursif dan Presentasional dalam Video klip Samba Sunda. Anita mengkaji tentang Fashion Urban Look karya Anne Avantie. Dua penyaji dari ISI Padangpanjang adalah Rudi yang membahas mengenai KIM, dan Topan mengenai Film sebagai representasi budaya Minang. Satu hal yang menarik dari empat tema yang disajikan adalah seperti ada kesepakatan mengenai tema. Hal ini menunjukkan suatu gejala riset yang mengambil topik-topik populer. Keempat penyaji membahas mengenai industri populer, yang dikaitkan dengan masa lalu dan masa kini. Masing-masing memiliki objek material yang jelas. Namun yang harus diperkuat adalah pemahaman dan bukti-buti mendasar mengenai objek material tersebut, sehingga jelas yang akan dikaji. Bukan hanya dari sisi covernya, tetapi kedalaman analisis adalah penting untuk memahami esensi sebuah fenomena dengan metodologi yang tepat, sehingga hasilnya terarah. Misalnya diskursus, represtasi, simulakra, dll. harus dipahami realitasnya dan secara konseptual dari akarnya, konteks analisisnya sebagai sebuah teori dan motode analsisis yang digunakan sebagai paradigma untuk membongkar fenomena seni dan budaya dan mempertajam hasil analisis. Pemilihan metodologi yang tepat, akan memberikan kontribusi dalam pengembangan bidang seni budaya bukan hanya sekedar sebuah dokumentasi. (Kamis, 19 April 2018)

Gladi Nalar ISBI Bandung dan ISI Padangpanjang    Gladi Nalar ISBI Bandung dan ISI Padangpanjang    Gladi Nalar ISBI Bandung dan ISI Padangpanjang    Gladi Nalar ISBI Bandung dan ISI Padangpanjang