Narasumber :
Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A.

Waktu Pelaksanaan:
Hari/Tanggal : Senin, 11 September 2017
Pukul : 08.00 WIB - Selesai
Tempat : Ruang Sidang Gd. Rektorat Lt. 4 ISBI Bandung, Jln. Buahbatu 212 Bandung

RUMUSAN STUDIUM GENERAL PASCASARJANA ISBI BANDUNG
PARADIGMA KAJIAN SENI DAN BUDAYA

Paparan mengenai paradigma kajian seni dan budaya signifikan untuk pemahaman mahasiswa dalam kepentingan studi dan pengembangan keilmuannya. Di samping itu materi ini dapat diadopsi dan akan dikembangkan sehingga kajian budaya dapat menjadi ciri keilmuan yang berkembang di ISBI Bandung

Setiap ilmu mengandung objek material dan objek formal. Inti ilmu pengetahuan adalah paradigma yaitu, seperangkat konsep yang berhubungan satu sama lain secara logis membentuk sebuah kerangka pemikiran, untuk memahami menafsirkan dan menjelaskan kenyataan dan/atau masalah yang dihadapinya (Ahimsa Putra, 2009). Paradigma adalah kerangka pemikiran yang sangat sistematis.

Sembilan unsur paradigma yang lebih sesuai untuk ilmu sosial dan budaya menurut Ahimsa:

1. Asumsi dasar: pandangan yang kita anggap benar (taken for granted). Hidup kita berdasarkan pada anggapan-anggapan.
    Tidak ada kajian yang tidak memiliki basic assumptions.
2. Nilai-nilai: setiap pengetahuan memililiki nilai. Tidak ada paradigma yang bebas nilai. Setiap nilai value ladden. Dalam dunia
    PT nilai tetap berperan penting, misalnya apakah art for art, atau art for society.   
3. Model (analogi, perumpamaan, gambaran). Setiap paradigma mengandung model model (perumpamaan tertentu).
4. Masalah yang diteliti (problems). Tujuan peneliti hanya ada dua: Menguji hipotesa atau mengajukan pertanyaan.
5. Konsep-konsep (keywords). Dengan definisi konsep-konsep (keywords) kita tahu apa yang dicari, konsep dan barangnya.
    Beberapa keywords penting pasti menjadi nama paradigmanya.
6. Metode Penelitian. Metode penelitian adalah metode pengumpulan data. Metode penelitian: studi pustaka, pengamatan,
    wawancara, jika wawancara kurang dapat dilanjutkan dengan survey. 
7. Metode Analisis. Data yang dikumpulkan dari pengumpulan data mau diapakan. Metode analisis akan menentukan hasil
     analisis (teori).
8. Teori (Hasil Analisis). Pernyataan yang terbukti kebenarannya. Ukuran kebenaran ilmiah: empiris dan logis. Empiris: dalam
     kenyataan ada. Logis: tergantung uraian dari depan sampai belakang.
9. Representasi (etnografi). Paradigma tanpa representasi tidak akan diketahui keberadaannya. Keberadaan paradigma
     memerlukan adanya representasi.

Pengembangan ilmu pengetahuan adalah pengembangan paradigma. Penelitian tidak akan bisa dilakukan dan berhasil baik dengan mengabaikan unsur-unsur paradigmanya. Dalam prosesnya kekuatan data, bagaimana hasil analisisnya, dan memaknai data tersebut akan sangat menentukan kuat tidaknya representasi sebuah penelitian. Kekuatan penelitian adalah logis data, logis hasil analisis, dan logis pemaknaan hasil penelitiannya.